Cerita Wina

Kartinijuara5.png

SANG PERANTAU YANG BANGKIT KEMBALI DI YOGYAKARTA

Sumber mata pencaharian satu-satunya Teh Wina dan keluarga yang dijadikan topangan hidup sempat habis. Berbagai jenis usaha kecil-kecilan mulai dari buka usaha bakery hingga jualan aksesoris online pun dijalani olehnya. Apalagi, sebagai pendatang baru di Yogya, Teh Wina tidak memiliki kerabat dekat. Namun, semangatnya tak pupus. Bermodal kepribadian yang supel dan ramah serta keinginan yang kuat untuk menambah teman, Teh Wina mulai mengenalkan usahanya ke masyarakat sekitar dan perlahan mulai bangkit.

Ukuran kesuksesan bagi setiap orang mungkin tidaklah sama. Namun, bagi Wina Triyasanti, kesuksesan baginya sangat sederhana, yaitu melengkapi rumah mungilnya dengan aneka furniture dan bisa membantu orang lain memujudkan keinginannya melalui Arisan Mapan. Di tahun 2017, Ia mulai berkenalan dengan Arisan Mapan lewat ajakan teman kantor sang suami dan ajakan di sosial media. Sejak bergabung dengan Arisan Mapan, Teh Wina merasa bahwa Arisan Mapan merupakan wadah yang paling cocok baginya yang gemar bersosialisasi dan berbagi ilmu. Pertama kali ikut Arisan Mapan, Perempuan asal Bandung tersebut memulai ikut Arisan Mapan melalui cicilan wajan seharga Rp 19.900 per bulan selama enam bulan. Hingga kini hampir seluruh perabotan di rumahnya merupakan hasil keringat dari Arisan Mapan. Setelah mendapatkan barang pertamanya, Teh Wina mengembangkan dirinya menjadi Ketua Arisan. Ia sadar bahwa dengan menjadi Ketua Arisan, bisa ikut membantu ratusan orang mendapatkan barang impian.

 
 
Life at Mapan