Cerita Sumiyati

Setelah belasan tahun merantau, dari 2003 sampai 2014, meninggalkan buah hati yang saat itu masih berusia 2 tahun, Bu Sumiyati atau dikenal sebagai Bu Yanti, seorang TKW asal Ngawi ini pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun karena masalah ekonomi, tak berapa lama, Bu Yanti memutuskan untuk kembali merantau ke Jakarta menjadi PRT. Baru 2 tahun bekerja, Bu Yanti terpaksa pulang kembali ke Ngawi karena suaminya sakit keras. Semua tabungannya habis dan motor satu-satunya pun terpaksa dijual untuk membayar biaya pengobatan sang suami.

Kendati begitu, Bu Yanti tetap sabar mengurus suaminya yang sakit dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, akhirnya beliau memutuskan untuk mencari kerja di daerah tempat tinggalnya. Bu Yanti berhasil mendapat pekerjaan sebagai penjaga toko pakaian berpenghasilan sekitar 850 ribu perbulan. Agar bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Bu Yanti tak pernah lelah untuk mencari peluang usaha lainnya. Sampai suatu hari ia melihat informasi tentang Arisan Mapan di sosial media miliknya. Dengan izin suami, akhirnya Bu Yanti pun mendaftar jadi Ketua Arisan.

Setelah hampir 2 tahun menjadi Ketua Arisan, kini Bu Yanti sudah membantu puluhan anggotanya dan orang sekitarnya untuk bisa wujudkan impian dan mendapatkan tambahan penghasilan. “Saya seneng banget waktu pertama kali dapet bonus dari arisan, saya bisa bayar SPP anak saya,” kenangnya sambil berbinar.