Cerita Ina

Ina - Banjarnegara.jpeg

PERJUANGAN MEMBELI SMARTPHONE & SEMANGAT UNTUK MAJU

Sebelum bergabung dengan Mapan, Bu Ina disibukkan dengan berbagai aktivitas seperti mengurus anak dan mengelola toko aksesoris. Mulai dari buku gambar, boneka, hingga mainan ia jual di toko tersebut. Penghasilannya saat itu tentulah tak cukup untuk bisa membeli satu unit smartphone.

Keinginan besar untuk memiliki smartphone dimulai saat Bu Ina menjadi Ketua Arisan. Kelompok arisan pertamanya dibuat pada tahun 2017. Saat itu, ia dibantu oleh tim Penyuluh yang selalu meminjamkannya ponsel pintar.

Dari Arisan Mapan, ia berhasil mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan barang kebutuhan keluarga dan penghasilan tambahan. Hal tersebut membuat Bu Ina makin bersemangat untuk menambah kelompok dan mengajak orang-orang merasakan manfaat dari Arisan Mapan.

Akan tetapi, ia tidak ingin terus menerus merepotkan Penyuluh. Ia pun bertekad untuk mulai membeli ponsel sendiri. Perjuangannya terhitung cukup besar. Selain mengumpulkan bonus dari Arisan Mapan, Bu Ina juga harus menjual kambing milik sang suami. Dari situlah ia bisa membeli satu unit ponsel yang diidamkan.

Beruntungnya, perjuangan Bu Ina tidak berakhir sia-sia. Sebab, dari smartphone tersebut ia bisa melakukan banyak hal yang membuatnya semakin maju. Mulai dari memiliki penghasilan sendiri untuk biaya sekolah anak, membantu suami membayar kulakan toko aksesoris, hingga membuka usaha minuman yang barang-barangnya didapat dari poin dan bonus Arisan Mapan berhasil ia lakukan.

Tak cuma itu, ia pun bisa membantu orang-orang di sekitarnya untuk memenuhi barang kebutuhan rumah tangga secara mudah dengan cicilan ringan.

“Ada beberapa warga di RT saya yang tidak punya magic com dan kompor. Untuk masak sehari-hari masih memakai tungku. Lalu, saya ajak mereka ikut Arisan Mapan. Alhamdulillah sekarang mereka sudah punya kompor, magic com, dan alat masak lainnya. Di situ saya bangga sekali bisa bantu tetangga-tetangga saya.” kenang Ibu Inja.

Semangat Bu Ina yang selalu berjuang untuk maju tentu menginspirasi semua orang. Perjalanan menjadi Ketua Arisan tak cuma memberi manfaat untuk dirinya sendiri. Orang-orang di sekitarnya turut merasakan efek positif saat jadi bagian dari Mapan.

Ibu Ina di Jember mengelola toko aksesoris mulai dari buku gambar, boneka, mainan, dan petasan. Memiliki 1 anak yang duduk di bangku TK besar, di kesehariannya Ibu Ina hanya sibuk menjaga toko dan mengantar anaknya ke sekolah.
Awal mula Ia berkenalan dengan Arisan Mapan ketika ia ditawarkan oleh adik dari ayahnya untuk ikut arisan untuk mendapatkan barang kebutuhan rumah tangga dan penghasilan tambahan. Pertama kali bergabung dengan Arisan Mapan di tahun 2017, Ibu Ina memulai 4 kelompok arisan pertamanya dengan modal meminjam smartphone android sales representative Arisan Mapan.

Agar bisa terus mendaftarkan arisannya tanpa merepotkan penyuluh, Ibu Ina pun mengumpulkan bonus dari Arisan Mapan dan rela menjual kambing kepunyaan sang suami untuk membeli smartphone android. Ibu Ina mulai mengajak masyarakat sekitar yang kebanyakan hanya ibu rumah tangga untuk mengikuti Arisan Mapan. Ia bertekad untuk membantu mereka agar bisa mendapatkan barang kebutuhan rumah tangga dengan mudah dan cicilan yang ringan.

“Ada beberapa di RT saya yang tidak punya magic com dan kompor, untuk hidup sehari-hari masih memakai tungku. Lalu saya ajak ikutan Arisan Mapan dan Alhamdulillah sekarang sudah punya kompor, sudah punya magiccom. Disitu saya bangga sekali bisa bantu tetangga-tetangga saya.” kenang Ibu Ina.

Berkat ketekunannya di Arisan Mapan, Ibu Ina dapat memiliki penghasilan sendiri yang digunakan untuk membiayai sekolah anaknya dan membantu suami membayar kulakan di toko aksesoris yang dimilikinya. Ibu Ina juga dapat membuka usaha baru berkat blender dan rombong yang dibeli dari hasil mengumpulkan poin dan bonus dari Arisan Mapan.

 
 
Life at Mapan