Cerita Bonita

Ibu Bonita (dari Bandung).jpeg

Bergabung dengan Arisan Mapan sejak 2017, Ibu Bonita tinggal bersama anaknya yang masih kelas 1 SD di rumah orang tua Almarhum suaminya. Mau tidak mau, Ibu Bonita harus aktif mencari sumber penghasilan agar bisa menafkahi anaknya. Sejak menduduki kelas 1 SMP, Ibu Bonita telah didiagnosa memiliki kelainan tulang yang membuatnya harus memakai kursi roda. Namun, hal ini tidak membuat Ibu Bonita untuk terus berdiam di rumah hingga pada akhirnya Ia berhasil menamatkan sekolahnya hingga lulus SMA dan mengambil kelas tata rias sebagai hobi yang kelak nanti dapat menghasilkan uang. Ibu Bonita memiliki mimpi untuk menjadi instruktur tata rias.

Pertama kali mendengar tentang Arisan Mapan melalui petugas Mapan yang datang ke sekolah anaknya. Ibu Bonita penasaran dengan cara kerja Arisan Mapan pada awalnya karena belum banyak model arisan barang seperti Arisan Mapan di Indonesia. Dimulai dengan mengajak keluarga terdekat untuk ikutan, hingga akhirnya tetangga, orang tua sekolah, hingga teman dari sesama penata rias menjadi anggotanya Ibu Bonita. Dalam kurun waktu 2 tahun, Ibu Bonita telah berhasil merangkul lebih dari 90 anggota arisan.

Selain bisa membantu mewujudkan impian anggota arisannya, Ibu Bonita merasa lebih pandai dalam mengatur keuangan keluarga. Dengan Arisan Mapan, Ibu Bonita mulai menerapkan ilmu SiTaTa (Sisih, Tabung, dan Tambah) untuk kebutuhannya dalam mewujudkan impian. Salah satu barang yang dibelikannya meruapakan beauty case yang harganya berkisar Rp 1 Juta untuk mendukung profesinya sebagai MUA. Dengan menyisihkan penghasilan serta bonus yang didapatkan dari Arisan Mapan, kegigihannya menabung membawa Ibu Bonita berhasil mendapatkan barang tersebut dalam 3 bulan saja.